Buku Tamu


ShoutMix chat widget

28 Agustus 2009

Gubernur, ESQ, dan Kuliah

ESQ menerangkan,
kita Dari Allah,
buktinya kita tidak tahu sedang dimana kita 1000 tahun yang lalu?

ESQ menerangkan,
kita Kembali ke Allah,
buktinya kita tidak tahu apa yang bisa kita lakukan 1000 tahun yang akan datang?

ESQ menerangkan,
kita ada di dalam Kekuasaan Allah,
kita adalah ciptaan Allah,
buktinya kita memiliki otak yang tidak kita ciptakan, kita memiliki tangan yang tidak kita ciptakan,
lalu siapa yang menciptakan itu semua kalau bukan oleh Allah?

ESQ menerangkan,
aktifitas kita harus Karena Allah,
karena itulah yang bisa membuat IQ, EQ, SQ kita bersatu.
Karena ESQ adalah bergabungnya IQ, EQ, SQ . Tidak terpisah-pisah.

Hari ini saya sudah mengenakan jas almamater.

Beberapa jam yang lalu adalah penutupan Kuliah Umum dan Bimbingan Akademik UPI 2009 sekaligus secara resmi, kami mahasiswa baru sudah boleh mengenakan jas almamater.

Ada yang ingin saya bagi di sini.
Pertama, mengenai pandangan saya tentang kuliah.
Kedua, mengenai khutbah jum'at tadi di Masjid Al Furqon UPI dengan Khotib Bapak Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat.
Ketiga, mengenai pelatihan ESQ yang saya dapat tadi sebelum penutupan Kuliah Umum.


KULIAH.
Tidak sabar rasanya ingin cepat-cepat merasakan bangku kuliah.
Belajar di perguruan tinggi adalah salah satu mimpi saya.
Dan, hanya tinggal beberapa hari lagi, mimpi saya untuk kuliah akan terwujud.

Inilah jadwal kuliah saya di hari-hari pertama :

Fisika Umum
Selasa, 1 September 2009
mulai pukul 13.00
tempat di E-406 {East-Lantai 4, ruangan ke 6}

Bahasa Inggris 1
Rabu, 2 September 2009
mulai pukul 08.40
di S-209 {South-Lantai 2, ruangan ke 9}

Matematika Dasar
Rabu, 2 September 2009
mulai pukul 15.30
di E-405 {East-Lantai 4, ruangan ke 5}

Kimia Umum
Kamis, 3 September 2009
mulai pukul 09.30
di E-405 {East-Lantai 4, ruangan ke 5}

Biologi Umum
Senin, 7 September 2009
mulai pukul 09.30
di E-405

Tak sabar rasanya ingin cepat-cepat ke tanggal 1 September.


Kedua, mengenai Khutbah oleh Bapak Ahmad Heryawan. Khutbah tadi menggabungkan islam, iman, ihsan, taqwa, dan penggapaian kesuksesan.

Kira-kira, poin-poin penting urutan khutbah Bapak Heryawan adalah seperti ini :

-mengingatkan moment shaum romadhon (islam)
-menyampaikan keyakinan tentang hal yang ghoib (iman)
-membuka cakrawala hidup dengan pertanyaan,"Dimana Allah?" (ihsan)
-ciri orang yang bertaqwa adalah yang mempersiapkan diri untuk hari esok (taqwa)
-kesuksesan hari esok diraih dengan persiapan yang matang hari ini (sukses).

Poin-poin itu dikemas dengan dalil ayat Al Qur'an yang menguatkan, membuat khutbah tadi benar-benar khutbah yang khusyu'.


Ketiga, Pelatihan ESQ.
Intinya adalah, mulai segala sesuatu dengan Kecerdasan Spiritual kita. Kemudian barengi itu dengan Kecerdasan Emosi kita. Dan kemaslah itu semua dengan Kecerdasan Intellegencia kita.

Lakukanlah segala sesuatu sebagai bentuk ibadah ke Allah (mulai dengan Spiritual kita), karena jika dilakukan dengan Intellegencia kita, kita tidak akan pernah puas.

Contoh Kuliah.
Jika yang kuliah dilakukan dengan intellegencia, maka yang didapat hanyalah nilai-nilai. Dan itu tidak akan memberikan kepuasan sejati.

Tapi, jika kuliah dilakukan sebagai bentuk ibadah mahasiswa ke Allah, kepuasan akan kita dapat. Mengapa?
Karena itu adalah jawaban dari pertanyaan
Mengapa kita hidup?


ESQ menerangkan,
kita Dari Allah,
buktinya kita tidak tahu sedang dimana kita 1000 tahun yang lalu?

ESQ menerangkan,
kita Kembali ke Allah,
buktinya kita tidak tahu apa yang bisa kita lakukan 1000 tahun yang akan datang?

ESQ menerangkan,
kita ada di dalam Kekuasaan Allah,
kita adalah ciptaan Allah,
buktinya kita memiliki otak yang tidak kita ciptakan, kita memiliki tangan yang tidak kita ciptakan,
lalu siapa yang menciptakan itu semua kalau bukan oleh Allah?

ESQ menerangkan,
aktifitas kita harus Karena Allah,
karena itulah yang bisa membuat IQ, EQ, SQ kita bersatu.
Karena ESQ adalah bergabungnya IQ, EQ, SQ . Tidak terpisah-pisah.
Selengkapnya......

27 Agustus 2009

Gaudeamus Igitur (1781)

Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus

Vivat academia!
Vivant professores!
Vivat membrum quod libet
Vivant membra quae libet
Semper sint in flore



"Bersenang-senanglah
Selagi masih muda
Setelah masa muda yang penuh kesenangan
Setelah masat tua yang penuh kesukaran.
Tanah akan jadi tempat kita.

Hidup akademik !
Hidup para pengajarnya !
Hidup setiap mahasiswanya.
Hidup seluruh mahasiswanya.
Semoga mereka terus tumbuh berkembang".


Gak sabar nih pengen cepet-cepet perkuliahan. Tiga hari ini Kuliah Umum dan Bimbingan Akademik. Hari ini tadi ditunjukkan prestasi mahasiswa MIPA.

Olimpiade Internasional.
Para pengajar yang berkualitas.
Dosen-dosennya main-mainnya internasional, ya lulusan belanda, amerika, jepang.
Aaagghhh !!
Ayolah cepat kuliah.
Semangat saya lagi menggebu-gebu nih.

Aku rindu tantangan !!

Selengkapnya......

24 Agustus 2009

Jalan Bercabang 3

Aku ingin bertanya kepada setiap orang. Apa yang harus dilakukan setelah manusia menuai hasil dari kerja yang dimulai dari nol? Apa yang harus kita perbuat dengan hasil itu jika ingin menuai hasil yang lain?
Apakah harus dienyahkan begitu saja hasil yang sudah didapat jika ingin meraih hasil yang lain?

Haruskah kulupakan begitu saja hasil jalan bercabang 3 jika saat ini aku ingin meraih jalan bercabang 4?

Ingin kuganti diriku. I mean ingin kuhapus masa laluku. Maksudku, aku ingin pergi dari kenangan yang melenangan. Kenangan ketika menjadi aktor utama.

Setelah 2 tahun menjadi [kata orang] aktor utama, walaupun yang kuingat hanya selama di pagi hari saja atau di sore hari saja, ada yang menarik untuk kupikirkan.

Andai waktu bisa diputar kembali.
Tapi untuk apa? Apa untuk mengelak dari peran sebagai aktor utama? Bukan.

Dua tahun kehidupanku. 2 tahun yang kutulis, atau yang tidak kutulis yang hanya hidup dalam ingatanku, terasa asyik untuk kuingat, pun ketika pagi hari itu, kutatap ke luar jendela kaca ke arah jalan yang bercabang 3. Jalan yang rapi, teratur, indah dengan batas pantai dan pulau mungil di seberang jalan bercabang 3. Juga terlihat jembatan megah di atas pantai batas jalan bercabang 3 di ujung sana.

Awalnya senang. Tapi akhirnya sedih. Lebih tepatnya beban. Aku berpikir, mungkin dulu aku ada di roda bagian atas, tapi kemudian berputar dan sekarang aku di roda bagian bawah. Tepat saat roda ini hendak berputar dan membawaku ke atas, ternyata ban roda ini bocor. Roda tidak berputar, dan aku tidak naik kembali ke atas.

Apa aku menyalahi takdir. Oh tidak kawan. Jangan membayangkan kalau aku lagi lesu tak bersemangat untuk menatap matahari pagi atau selimut langit malam.

Aku adalah Aku.

Tapi apa yang ingin aku ceritakan kepadamu ini kawan adalah sebuah pesan untuk tidak terlena dengan hal-hal yang terjadi dengan. Terutama hal-hal yang menyenangkan yang biasanya melenakan.

Semua yang terjadi hanya bayangan. Kangkalangkang hungkul. Bayangan berarti ada tapi juga tidak ada.

Ada siswa yang bilang, dulu dirinya juara olimpiade, siswa berprestasi, debater, ketua organisasi, dan prestasi-prestasi lainya.

Tapi, jika saat ini siswa itu ditanya dimana prestasi-prestasi itu sekarang?

Siswa itu akan menjawab ; "Dalam bayangan".

Ya. Hanya bayangan.

Juara karya tulis? Hanya bayangan. Bayangan kepala manusia tentu berbeda dengan bayangan kepala manusia yang lain.

Lalu untuk apa bayangan-bayangan itu?

Inilah yang ingin kuganti.

Bayangan jalan bercabang 3 selalu menjadi beban hidupku saat ini. Beban karena ingin kembali merasakan kedamaian melihat jalan bercabang 3, tapi ternyata tidak mungkin karena itu hanyalah bayangan.

Dulu. Ketika sebelum hal-hal yang melenakkan itu terjadi, yang saat ini menjadi bayangan, dulu aku memulainya dari nol.

Aku mulai dari nol, satu, dua, hingga sampai ke jalan bercabang 3 itu.

Tapi sekarang, aku bingung, ketika hal-hal yang kumulai dari nol itu hanya sekedar bayangan untuk saat ini, aku bingung apa yang harus kulakukan sekarang? Apakah harus kumulai periode ke-dua dari nol lagi? Dan melupakan bayangan-bayangan periode pertama yang sudah kurintis dari nol di periode pertama? Lalu, untuk apa aku merintis dari nol jika ternyata tidak membantu aku di kemudian hari.

Aku ingin bertanya kepada setiap orang. Apa yang harus dilakukan setelah manusia menuai hasil dari kerja yang dimulai dari nol? Apa yang harus kita perbuat dengan hasil itu jika ingin menuai hasil yang lain?
Apakah harus dienyahkan begitu saja hasil yang sudah didapat jika ingin meraih hasil yang lain?

Haruskah kulupakan begitu saja hasil jalan bercabang 3 jika saat ini aku ingin meraih jalan bercabang 4?

Selengkapnya......

23 Agustus 2009

Bahagia

"Bahagia bukan sesuatu yang dapat digenggam atau benda yang dapat disimpan.


Seseorang mengutip dan bertanya, apa maksud dari kutipan ini?

"Bahagia bukan sesuatu yang dapat digenggam atau benda yang dapat disimpan.

Bahagia adalah udara.
Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita.
Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh."

Apa maksudnya?


Maksudnya kurang lebih seperti ini, bahagia adalah sesuatu yang tidak dibuat-buat.

Bagaikan udara, kita bernafas tidak dengan kita mengejar udara, kita tidak dibuat-buat saat bernafas.

Seperti itulah bahagia, bahagia itu tidak dibuat-buat, sama seperti saat kita bernafas.

Bahagia tidak dikejar, karena sebenarnya bahagia itu sendiri sudah ada di sekeliling kita, sama seperti udara yang sudah ada di sekeliling kita.

Semakin kita mengejar udara, semakin kita menjauh dari udara bahkan memasuki ruang hampa udara,
begitupun bahagia.

Jadi, bahagia itu tidak dikejar, dan tidak dibuat-buat, karena bahagia sudah ada di sekeliling kita.

Selengkapnya......

21 Agustus 2009

Kamar Kost

Dari dulu ulum selalu bilang pengen kuliah pengen kuliah, dan hari inilah ternyata langkah awalnya.


Alhamdulillah..
Beres juga kamer..

Hari ini ulum mulai ke kost an,, soalnya besok ada kumpulan Mahasiswa Baru Pendidikan Matematika jam 07.30..
jadi spesial untuk romadhan tahun ini, sholat tarowih yang pertama, ulum ada di bandung..
:)

Sekarang ulum posting ini di kamer kost an,, udah ditata semua.
Baju, komputer, buku, pulpen, minyak wangi, sibak, tempat tidur yang di atas ranjang sama yang ngampar, udah ulum tata semua.

Dari dulu ulum selalu bilang pengen kuliah pengen kuliah, dan hari inilah ternyata langkah awalnya.

Kuliah . . .
Jadi gak sabar.

Selengkapnya......

19 Agustus 2009

Development for All

Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pidato Kenegaraannya di depan DPD-RI memaparkan 6 Strategi Pembangunan Menyeluruh atau Development for All dan 5 Kunci Sukses Pembangunan.



Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pidato Kenegaraannya di depan DPD-RI memaparkan 6 Strategi Pembangunan Menyeluruh atau Development for All dan 5 Kunci Sukses Pembangunan.

Mengawali pidatonya, Bapak SBY mengatakan,
"Berbicara mengenai Pembangunan, pertanyaan yang muncul adalah,
Apakah Pembangunan untuk manusia?
Ataukah Manusia untuk Pembangunan?
Kita Jawab, Pembangunan untuk Semua (untuk manusia
dan untuk pembangunan itu sendiri-pen)."


Enam Strategi Development for All adalah :

1. Strategi dan Pelaksanaan Pembangunan Yg Inklusif.
Di antaranya Program Nasional Pengembangan Masyarakat Mandiri.

2. Harus berdimensi Kewilayahan.

Pembangunan harus berdimensi dari potensi Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, dan juga Letak Geografisnya.

Dan ingat, harus berjalan seimbang seluruhnya, jangan ada daerah yg tertinggal jauh pertumbuhannya dengan daerah lain.


3. Menciptakan Integrasi Ekonomi Nasional dengan Ekonomi Global.

Aksi yang harus kita lakukan adalah menangkap peluang yg muncul sembari mengurangi efek negatifnya.

Di dunia global ini, kita harus menjadi bangsa pemenang, bukan menjadi bangsa yang kalah.


4. Pengembangan ekonomi domestik yang kuat guna menguatkan pembangungan nasional.

Caranya adalah dengan mengembangkan infrastruktur oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Setelah selesai jembatan penghubung Jawa-Madura, selanjutnya akan dibangun jembatan penghubung Jawa-Sumatra.


5. Keserasian dan Keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan.


6. Pembangunan Kualitas Manusia.

Tidak hanya sebagai Objek Pembangunan, tetapi manusia juga harus menjadi Subjek Pembangunan.

Hal yang menjadi fokus perhatian dalam Pembangunan Kualitas Manusia adalah pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup yang sehat (alamnya,sosialnya, dan politiknya).


Presiden juga memaparkan 5 Kunci Pembangunan Untuk Semua.

1. Kualitas Kepemimpinan yang mendedikasikan jiwanya, raganya, pikirannya, seluruhnya untuk rakyat.

2. Rasa Kebersamaan antara pemerintah, pengusaha, dan elemen masyarakat.

3. Dukungan yang luas dari masyarakat. Dengan kata lain rakyat adalah pelaku aktif pembangunan.

4. Integritas dan etika profesionalitas bagi pemimpin dan pelaku pembangunan.

5. Lingkungan dalam negeri yang kondusif.

Selengkapnya......

18 Agustus 2009

Keinginan dan Kehendak

UPI . .
Aku datang !!


Hari ini registrasi ke UPI...

Semoga aja acara di Upi emang buat ngasiin copy an ijazah, dan kawan-kawannya.
Semoga ga ada istilah "kenalan" dulu ma mahasiswa senior.

Soalnya uLuM musti cepet-cepet ke rumah a rudi. Di rumah a rudi udah ada ortu yg mau masrahin anaknya (ya uLuM ini) ke orang tuanya a rudi. Soalnya ya selama kuliah, ULuM nginep di sana.

Jadi, semoga kehendak Allah hari ini ke ULuM sama dan sesuai seperti rencana uLuM ;

*) ke direktorat akademika nyerahin perlengkapan registrasi, terus segera ke a rudi.

*) ke rumah a rudi, dan diizinin tinggal di sana (udah pasti diizin sih, tapi yaa kita khan punya aturan islam, jadi harus ada ucapan lisan...)



Aku tidak berhak merubah taqdirku ya Allah...Hanya saja, semoga perubahan yang aku inginkan sesuai dengan Kehendak-Mu...
Karena sesungguhnya, hanya Kehendak-Mu yang berkuasa merubah taqdirku...

. . . . .

UPI . .
Aku Datang !!
Selengkapnya......